Reviuw Buku Masalah Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

A.   PENDAHULUAN

Penelitian merupakan upaya mencari dan membuktikan kebenaran secara ilmiah. Penelitian dikatakan ilmiah apabila dalam cara kerjanya menunjukkan ciri-ciri keilmuan tertentu, yaitu rasional, empiris dan sistematis. Rasional artinya, penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris artinya, cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia. Sistematis artinya, penelitian menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Dari langkah keilmuan tersebut diperoleh suatu hasil atau temuan penelitian yang terpercaya. James H. Mc, Milan, (2001 : 11) menjelaskan bahwa suatu investigasi dikatakan penelitian apabila mengandung karakteristik objektif, akurat, dapat dibuktikan, menjelaskan , kenyataan empiris, logis, dan sesuai kondisi nyata. Keberadaan ukuran-ukuran tersebut menunjukkan derajat keilmiahan suatu penelitian.

B.   PEMBAHASAN HASIL REVIEW

1.      Pengertian Desain Penelitian

Desain Penelitian menurut William M.K. Trochim (2006) “Research design can be thought of as the structure of research — it is the “glue” that holds all of the elements in a research project together.” Sedangkan Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing.
Desain penelitian menurut Mc Millan dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Definisi ini berbeda secara terinci, namun  secara bersama-sama memberikan esensi desain penelitian yang baik. Pertama, desain tersebut merupakan rencana untuk memilih sumber dan jenis informasi yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Kedua, desain ini merupakan kerangka kerja untuk menentukan hubungan diantara variabel studi. Ketiga, desain ini merupakan cetak biru untuk membuat garis besar semua prosedur dari hipotesis sampai analisis data.

2.      Tujuan Desain Penelitian

Desain penelitian (research design) adalah istilah yang mengacu pada suatu rencana untuk memilih subjek, situs penelitian, dan prosedur penghimpunan data untuk menjawab pertanyaan penelitian. Desain menunjukkan individu-individu mana yang akan dikaji, kapan, dimana, dan dalam lingkungan apa mereka akan dikaji.

Tujuan desain penelitian yang baik adalah memberikan hasil dapat dipercaya, kredibilitas mengacu pada seberapa luas hasilnya mendekati realitas dan dipertimbangkan sebagai sesuatu yang dapat dipecaya dan masuk akal. Kredibilitas menjadi lebih kuat jika desain penelitian mempertimbangkan sumber-sumber bias potensial yang dapat mengubah temuan. Bias adalah suatu bentuk salah sistematik (systematic error), suatu faktor yang mempengaruhi hasil dan merusak mutu penelitian.

3.      Desain Metode Penelitian Positivistik dan Metode Penelitian Naturalistik

 

1)        Desain metode positivistik

Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

Terdapat tiga tahap dalam perkembangan positivisme, yaitu:

  1. Tempat utama dalam positivisme pertama diberikan pada Sosiologi, walaupun perhatiannya juga diberikan pada teori pengetahuan yang diungkapkan oleh Comte dan tentang Logika yang dikemukakan oleh Mill. Tokoh-tokohnya Auguste Comte, E. Littre, P. Laffitte, JS. Mill dan Spencer.
  2. Munculnya tahap kedua dalam positivisme – empirio-positivisme – berawal pada tahun 1870-1890-an dan berpautan dengan Mach dan Avenarius. Keduanya meninggalkan pengetahuan formal tentang obyek-obyek nyata obyektif, yang merupakan suatu ciri positivisme awal. Dalam Machisme, masalah-masalah pengenalan ditafsirkan dari sudut pandang psikologisme ekstrim, yang bergabung dengan subyektivisme.
  3. Perkembangan positivisme tahap terakhir berkaitan dengan lingkaran Wina dengan tokoh-tokohnya O.Neurath, Carnap, Schlick, Frank, dan lain-lain. Serta kelompok yang turut berpengaruh pada perkembangan tahap ketiga ini adalah Masyarakat Filsafat Ilmiah Berlin. Kedua kelompok ini menggabungkan sejumlah aliran seperti atomisme logis, positivisme logis, serta semantika. Pokok bahasan positivisme tahap ketiga ini diantaranya tentang bahasa, logika simbolis, struktur penyelidikan ilmiah dan lain-lain.

2)        Desain metode naturalistik

Naturalistik pada umumnya bersifat terbuka dan mampu mengakomodasi adanya beberapa kemungkinan perubahan. Jumlah variabel yang tidak terbatas menjadikan desain penelitian fleksibel melalui langkah-langkah yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

4.      Desain Penelitian Kuantitatif dengan Kualitatif

1)      Desain Penelitian Kuantitatif

Desain penelitian kuantitatif mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variabel masing-masing dan pemahaman dari luar (outward).  Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan penelitian ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesis dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisis dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, penelitian ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

2)      Desain Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, bacaan yang luas dan up to date merupakan syarat mutlak yang perlu dilakukan oleh seorang peneliti guna mendalami teori yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu agar memperoleh desain penelitian yang baik, para peneliti hendaknya perlu memperhatikan beberapa butir penting seperti berikut yaitu : a) peneliti hendaknya menaruh minat terhadap tema atau topik yang pada umumnya masih bersifat umum, b) Masalah diidentifikasi, dan dianalisis untuk menarik pertanyaan pokok atau yang berkaitan dengan fokus permasalahan, c) Peneliti sejak awal hendaknya juga sudah mengetahui key persons yaitu orang-orang yang mempunyai informasi, dan audience yaitu orang-orang atau lembaga yang dapat menggunakan hasil-hasil penelitian, d) Peneliti hendaknya mengetahui metode yang hendak digunakan agar dapat memilih metode yang sesuai dan dapat memecahkan masalah.

Desain penelitian kualitatif pada umumnya masih memiliki tiga karakteristik seperti berikut. a) tidak dinyatakan secara detail, b) bersifat fleksibel, c) berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

Unsur-unsur penting dalam desain Penelitian kualitatif

  1. Menentukan fokus penelitian.
    1. Menentukan paradigma penelitian yang sesuai dengan keadaan lapangan.
    2. Menentukan kesesuaian antara paradigma dengan teori yang dikembangkan sehingga peneliti tetap yakin terhdapa kebenarannya karena teori yang dibangun masih saling berkaitan erat dengan paradigma yang dikembangkan.
    3. Menentukan sumberdata yang dapat digali dari masyarakat yang diteliti
    4. Menentukan tahap-tahap penelitian.
    5. Mengembangkan instrumen penelitian.
      1. Merencanakan pengumpulan data dan pencatatannya, termasuk didalamnya garis besar teknik pengumpulan data yang dipilih agar memperoleh data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan
      2. Rencana analisis data
      3. Rencana mencapai tingkat kepercayaan dan kebenaran penelitian
      4.  Merencanakan lokasi dan tempat penelitian
      5.  Menghormati etika penelitian
      6. Mempersiapkan laporan penulisan dan penyelesaian penelitian

Dalam menyusun desain penelitian kualitatif, para peneliti hendaknya perlu memperhatikan empat belas butir prinsip yang berkaitan dengan desain penelitian kualitatif seperti berikut :

  1. Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan. Hal-hal yang memungkinkan desain penelitian berubah biasanya termasuk: tujuan, subyek, sampel penelitian jika ada, dan sumber data.
  2. Lebih bersifat restrospektif yaitu, desain penelitian diketahui secara pasti setelah penelitian selesai. Walaupun misalnya para peneliti mendesain penelitian dibantu dosen pembimbing, hasil penelitian masih bersifata sementara atau adhoc dan masih mungkin berubah sesuai dengan kondisi di lapangan.
  3. Desain biasanya tidak mengemukan hipoteses yang perlu di tes, tetapi lebih berupa fokus penelitian yang penekannya sebagai guide atau petunjuk dalam mencari atau mengumpulkan data.
  4. Hasil penelitian lebih bersifat terbuka dan tidak membatasi phenomena ke dalam variabel seperti dalam penelitian kuantitatif positivist.
  5. Desain penelitian lebih fleksibel dengan langkah-langkah yang tidak dapat dipastikan, disamping juga hasil penelitian tidak dapat diprediksi atau diramalkan.
  6. Peneliti melakukan analisis data sejak awal penelitian, bersamaan dengan proses pengumpulan data, bersifat terbuka, open endded dan dilakukan secara induktif.
  7. Penggunaan populasi posisinya tidak terlalu perlu. Sampling dapat ditafsirkan sebagai pilihan peneliti terhadap beberapa faktor terkait termasuk: aspek apa dari peritiwa apa, dan siapa ataua apa yang dijadikan fokus dalam penelitian.
  8. Sampling lebih cederung menggunakan prinsip non probability sampling (Kerlinger: 1986), yang didalamnya dibedakan menjadi empat macam yaitu a) purposive, b) accidental, c) quota dan d) snow-ball sampling. Penelitian ini disebut sebgai non probabilitas karena lebih banyak tergantung dari pada pilihan peneliti dan juga tujuan penelitian.
  9. Instrumen penelitian kualitatif pada umumnya lebih bersifat internal dan subyektif, yang direfleksikan dengan “peneliti sebagai instrumen”. Disamping itu, instrumen penelitian kualitatif mendasarkan pada aspek-aspek seperti berikut termasuk: bersifat khusus, dan berulangkali terjadi, yang berupa paradigma atau thema yang memberikan petunjuk ke arah pembentukan teori.
  10.  Analisis data lebih bersifat terbuka terhadap perubahan, perbaikan dan penyempurnaan atas dasar data baru yang masuk atau diterima peneliti.
  11. Hipoteses tidak dapat dirumuskan pada awal penelitian, karena pada penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk menguji kebenaran. Hipoteses atau jawaban sementara dalam penelitian kualitatif muncul sepanjang proses penelitian sebagai pedoman dalam menafsirkan dan memaknai data.
  12. Statistik tidak terlalu diperlukan dalam pengolahan data dan penafsiran data. Dalam penelitian kualitatif, menganalisis data berarti mencoba memahami makna data secara Verstehin dengan lebih mengutamakan makna yang berasal dari phenomena yang saling berkaitan satu sama lain.
  13. Lama penelitian tidak dapat ditentukan sebelumya oleh si peneliti. Pada hakekatnya penelitian kualitatif dapat terus berlangsung sampai pada suatu saat peneliti sudah tidak memperoleh data baru atau telah terjadi pengulangan phenomena, berarti penelitian baru dapat diperbolehkan berhenti.
  14. Dalam penelitian kualitatif-naturalistik selalu terjadi kemungkinan peneliti menemukan hal baru (invention) disamping juga penemuan kembali hal-hal tertentu yang sebenarnya dahulu sudah ada atau discovery.

C.    SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

1.      SIMPULAN

 

  1. Desain penelitian merupakan bagian dari perencanaan penelitian yang menunjukkan usaha peneliti dalam melihat apakah penelitian yang direncanakan telah memiliki validitas internal dan eksternal yang komprehensif.
  2. Tujuan desain penelitian yang baik adalah memberikan hasil dapat dipercaya, kredibilitas mengacu pada seberapa luas hasilnya mendekati realitas dan dipertimbangkan sebagai sesuatu yang dapat dipecaya dan masuk akal. Kredibilitas menjadi lebih kuat jika desain penelitian mempertimbangkan sumber-sumber bias potensial yang dapat mengubah temuan. Bias adalah suatu bentuk salah sistematik (systematic error), suatu faktor yang mempengaruhi hasil dan merusak mutu penelitian.
  3. Metode penelitian positivistik harus menjauhkan diri dari segala sesuatu yang subjektif. Artinya, segala sesuatu yang pribadi, yang tidak berlaku universal-kosmopolitan. Metode penelitian naturalistik adalah penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) .
  4. Desain penelitian kualitatif pada umumnya masih memiliki tiga karakteristik seperti berikut. a) tidak dinyatakan secara detail, b) bersifat fleksibel, c) berkembang sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lapangan.

Mendesain penelitian kuantitatif penting untuk mempertimbangkan siapakah yang akan dinilai (subjek), dengan apa mereka akan dinilai (instrumen), bagaimana cara mereka akan dinilai (prosedur untuk penghimpunan data).

2.      IMPLIKASI

    1. Peneliti yang memahami pengertian desain penelitian maka menguasai pengertian tentang desain penelitian
    2. Peneliti yang memulai penelitiannya tanpa ada suatu rencana penelitian tertentu maka peneliti akan menghadapi banyak kendala.
    3. Peneliti yang membuat keputusan sebelum memulai penelitiannya akan meminimalkan masalah-masalah yang mungkin muncul dalam pelaksanaan penelitian

3.      SARAN

    1. Kepada para pembaca yang budiman, didalam makalah ini masih banyak sekali kekurangan. Penulis mengharapkankan kritik yang membanggun.
    2. Kepada peneliti berikutnya, supaya dapat meminimalkan masalah yang mungkin muncul dengan mengambil beberapa pertimbangan supaya tidak terdapat banyak kendala dalam pelaksanaan penelitian.

D.   DAFTAR PUSTAKA

Sarwono, Jonathan,. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu, 2006.

Asim, Dr. M.Pd, Sistematika Penelitian Pengembangan. Malang : Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Malang, 2001.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s