Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika Melalui Strategi Pembelajaran Go To Your Post

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GO TO YOUR POST

(PTK Pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Al Islam Surakarta

Tahun Ajaran 2011/2012)

 

Usulan Penelitian untuk Skripsi S-1

  Program Studi Matematika


 

Diajukan Oleh:

 

DYAH SUSILAWATI

A 410 080 144

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2011

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang Penelitian

Matematika menjadi sangat penting seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Matematika sebagai salah satu ilmu dasar yang memiliki nilai esensial yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan. Pembelajaran matematika yang berkualitas tidak lepas dari peran guru dan peserta didik. Guru dituntut mampu menciptakan situasi pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran studi matematika.

Keberhasilan pembelajaran matematika dapat diukur dengan keberhasilan siswa mengikuti aktivitas pembelajaran tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan-kegiatan di kelas dan prestasi belajar matematika. Semakin banyak aktivitas dan bagus prestasi belajar matematika, semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dalam proses pembelajaran matematika.

Suatu konsep dalam matematika akan mudah dipahami dan diingat oleh siswa bila konsep tersebut disajikan melalui prosedur dan langkah-langkah yang tepat, jelas dan menarik sehingga dapat merangsang perkembangan otak siswa.

Sebagian besar siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit, menakutkan dan momok untuk mereka. Hal ini dapat kita lihat dari prestasi belajar siswa yang kurang memuaskan dibandingkan dengan pelajaran yang lainnya. Rendahnya prestasi belajar matematika disebabkan karena aktivitas dalam pembelajaran matematika masih rendah.

Aktivitas di dalam kelas tidak hanya dari siswa tetapi juga memerlukan aktivitas guru. Guru juga diharapkan mampu membangkitkan aktivitas belajar siswa serta mampu membuat siswa lebih memahami materi yang disampaikan. Kurang aktifnya guru dalam mendekati siswa serta membimbing siswa pada saat pelajaran berlangsung juga berpengaruh terhadap aktivitas siswa.

Penggunaan model pembelajaran yang monoton masih dipakai guru (pendidik) sampai sekarang ini. Penggunaan model pembelajaran yang monoton membuat siswa jenuh dan akan berdampak pada aktivitas siswa dan prestasi belajar. Oleh karena itu, seorang guru harus dapat menerapkan berbagai model pembelajaran yang bervariasi yang dapat mempengaruhi cara belajar siswa yang pasif menjadi aktif dan membuat siswa tertarik bahkan tertantang untuk mempelajari materi.

Berdasarkan pengamatan siswa di SMP Al Islam 1 Surakarta  kelas VII diketahui bahwa aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa masih rendah. Setelah peneliti melakukan observasi pendahuluan ditemukan permasalahan antara lain : 1) keberanian siswa untuk mengemukakan pendapat sebesar 17.86%, 2) keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan sebesar 32.14 %, 3) keberanian siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya sebesar 14.29 %, 4) prestasi belajar matematika siswa yang mencapai KKM ≥ 65 sebesar 39,28%.

Faktor-faktor yang mempengarui rendahnya aktivitas belajar matematika siswa kelas VII di tempat penelitian adalah 1) pembelajaran yang hanya berpusat pada guru sehingga siswa menjadi pasif  2) guru cenderung menguasai kelas sehingga siswa enggan untuk bertanya dan kurang leluasa untuk menyampaikan ide-idenya 3) siswa takut  bertanya kepada guru apabila belum memahami materi 4) siswa cenderung malas dalam menghadapi soal-soal yang menggunakan cara berpikir yang rumit.

Untuk mengatasi masalah tersebut agar tidak berkelanjutan maka guru perlu menerapkan model pembelajaran yang sesuai atau tepat sehingga dapat mengatasi permasalahan dalam meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan dalam permasalahan adalah Go To Your Post.

Mel Silberman (2009: 88), Go To Your Post adalah sebuah strategi pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik pada permulaan suatu pelajaran. Strategi ini cukup fleksibel untuk digunakan bagi berbagai macam kegiatan yang dirancang untuk merangsang minat awal dalam materi pelajaran.

Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti termotivasi untuk melakukan penelitian dengan penerapan strategi pembelajaran go to your post. Penerapan strategi go to your post diharapkan dapat meningkatkan  aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika sehingga prestasi belajar juga meningkat.

B.     Rumusan Masalah

Bardasakan uraiaan latar belakang masalah di atas, maka peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Adakah peningkatan aktivitas belajar siswa melalui strategi pembelajaran Go To Your Post untuk siswa kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012?
  2. Adakah peningkatan prestasi belajar siswa melalui strategi pembelajaran Go To Your Post untuk siswa kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012?

C.    Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini secara umum adalah untuk menguji dan menganalisis adakah peningkatan aktivitas dan prestasi  belajar matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran Go To Your Post.

Penelitian ini secara khusus memiliki tujuan sebagai berikut:

    1. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa melalui strategi pembelajaran Go To Your Post pada siswa kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012.
    2. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui strategi pembelajaran Go To Your Post pada siswa kelas VII SMP Al-Islam 1 Surakarta tahun ajaran 2011/2012.

D.    Manfaat Penelitian

  1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan pada pembelajaran matematika utamanya pada peningkatan aktivitas dan prestasi belajar matematika melalui strategi pembelajaran Go To Your Post.

2.   Manfaat Praktis

  • Bagi siswa, diharap dapat meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar matematika melalui strategi pembelajaran Go To Your Post.
  • Bagi guru, dapat memanfaatkan strategi pembelajaran Go To Your Post sehingga aktivitas dan prestasi belajar matematika dapat meningkat.
  • Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan dalam rangka perbaikan strategi pembelajaran matematika.
  • Bagi penulis, dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan pembelajaran matematika melalui strategi Go To Your Post.

E.     Definisi Istilah

1.      Aktivitas Belajar Matematika

Aktivitas belajar matematika adalah segala perbuatan yang dirancang oleh guru untuk memfasilitasi kegiatan belajar siswa sehingga dapat mengalami perubahan tingkah laku yang tampak dari peningkatam kualitas seperti peningkatan kemampuan bertanya, menyelesaikan permasalahan, pengetahuan dan kemapuan yang lainnya.

Pada penelitian ini indikator aktivitas belajar matematika adalah mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan hasil pekerjaan.

2.      Prestasi Belajar Matematika

Prestasi belajar metematika diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu. Jadi, prestasi belajar matematika adalah hasil yang dicapai siswa setelah melaksanakan pembelajaran matematika. Pada penelitian ini prestasi belajar siswa dapat diketahui dari hasil tes prestasi belajar siswa pada materi himpunan.

3.      Strategi pembelajaran Go To Your Post

Mel Silberman (2009: 88), Go To Your Post adalah sebuah strategi pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik pada permulaan suatu pelajaran. Strategi ini cukup fleksibel untuk digunakan bagi berbagai macam kegiatan yang dirancang untuk merangsang minat awal dalam materi pelajaran.

BAB II

LANDASAN TEORI

A.    Kajian Teori

1.      Aktivitas dan Prestasi Belajar Matematika

    1. Hakikat Matematika

Matematika merupkan salah satu bidang studi penting yang harus dipelajari di sekolah. Pemahaman setiap orang mengenai matematika berbeda-beda bergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing individu.

Menurut Johson dan Myldebust (dalam Mulyano 2003 : 252) “ Matematika merupakan bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan sedangkan fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir”.

Sedangkan menurut Kline (dalam Mulyono 2003 : 252) “Matematika adalah bahasa simbolis dan ciri-ciri utamanya adalah penggunaan cara berfikir deduktif, tetapi yang juga tidak melupakan cara bernalar induktif ”.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk memudahkan berfikir dengan cara deduktif tetapi tidak melupakan cara bernalar induktif.

  1. Hakikat Belajar

Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan perilaku individu. Dengan belajar dapat mempengaruhi pola berfikir dan sikap individu tersebut.

Menurut James O. Whittaker (dalam Abu Ahmadi dan Widodo Suproyono 2004 : 126) belajar dapat didefinisikan sebagai proses di mana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. “Learning may be defined as the process by which behavior originates or is altered through training or experience”.

Menurut Djamarah (2002 : 11) belajar adalah proses perubahan perilaku berkat pengalaman dan latihan. Artinya Tujuan kegiatan adalah perubahan tingkah laku baik yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap bahkan meliputi aspek pribadi atau individu.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah proses kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh individu mengakibatkan perubahan dalam diri individu berkat pengalaman dan latihan.

  1. Konsep Aktivitas belajar

Rosseau (dalam Sadirman 2001 : 94) memberikan penjelasan bahwa dalam kegiatan belajar segala pengetahuan harus diperoleh dengan pengamatan sendiri, penyelidikan sendiri, baik secara rohani maupun teknis. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang yang belajar harus aktif sendiri, tanpa adanya aktivitas maka proses belajar tidak mungkin terjadi.

Sudjana (2005: 105) berpendapat “Kegiatan belajar / aktivitas belajar sebagai proses terdiri atas enam unsur yaitu tujuan belajar, peserta didik yang termotivasi, tingkat kesulitan belajar, stimulus dari lingkungan, peserta didik yang memahami situasi, dan pola respons peserta didik ”.

Paul B. Dierich (dalam Sadirman, 2004 : 101) menggolongkan aktivitas belajar antara lain sebagai berikut :

1).    Visual activities

Yaitu membaca, memperhatikan, gambar, demonstrasi, percobaan.

2).    Oral activities

Yaitu kegiatan menyatakan, merumuskan, bertany dan memberi saran (mengelurakan pendapat), mengadakan wawancara, diskusi.

3).    Listening activities

Yaitu kegiatan mendengarkan misalnya mendengarkan uraian, percakapan, diskusi , musik dan pidato.

4).    Writing activities

Yaitu kegiatan menulis misalnya menulis cerita karangan, laporan, angket, menyalin dan sebagainya.

5).    Drawing activities

Yaitu melakukan menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

6).    Motor activities

Yaitu melakukan percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain kebun, berternak.

7).    Mental activities

Yaitu menaggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.

8).    Emotional activities

Yaitu menaruh minat, gembira, bersemangat bergairah, tenang, gugup, merasa bosan

Aktivitas siswa dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimiliki. Siswa juga dapat berlatih untuk berfikir kritis dan berani mengutarakan pendapat dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat kita peroleh kesimpulan bahwa aktivitas adalah kegiatan yang dilakukan dalam proses pembelajaran dengan pengamatan dan penyelidikan untuk  mengembangkan potensi belajar siswa (kognitif, afektif dan psikomotorik) sehingga timbul minat, gairah dan semangat untuk terlibat dalam proses belajar atau pembelajaran dan bahkan memeliki rasa keinginan belajar mandiri untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan.

  1. Konsep Prestasi Belajar

Prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang dicapai oleh individu setelah mengalami suatu proses belajar dalam jangka waktu tertentu. Prestasi belajar juga diartikan sebagai kemampuan maksimal yang dicapai seseorang dalam suatu  usaha yang menghasilkan pengetahuan atau nilai – nilai kecakapan.

Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam waktu tertentu baik berupa perubahan tingkah laku, keterampilan dan pengetahuan dan kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka atau pernyataan.

Abu Ahmadi (2010 : 138) Prestasi belajar yang dicapai seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) individu.

1).    Faktor internal antara lain :

a).    Faktor jasmani

b).    Faktor psikologi baik yang bawaan maupun yang diperoleh terdiri atas :

i.            Faktor intelektif

ii.            Faktor non-intelektif

c).    Faktor kematangan fisik maupun psikis.

2).    Faktor eksternal antara lain :

a).    Faktor sosial, yang terdiri dari :

i.            Lingkungan keluarga

ii.            Lingkungan sekolah

iii.            Lingkungan masyarakat

iv.            Lingkungan kelompok

b).    Faktor budaya

c).    Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, belajar dan iklim.

d).   Faktor lingkungan spiritual maupun keamanan

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat kita peroleh kesimpulan bahwa presbtasi belajar adalah suatu hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar yang kemudian dinilai dan diwujudkan dalam bentuk angka.

2.      Strategi Pembelajaran Go To Your Post

  1. Hakikat Strategi Pembelajaran

Pembelajaran menurut Daeng (Uno 2006 : 134-135) adalah upaya untuk membelajarkan siswa secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perencanaan sebagai upaya untuk membelajarkan siswa.

Abizar (Darmansyah 2010 : 18) menyatakan bahwa strategi pembelajaran artinya sebagai pandangan yang bersifat umum serta arah umum dari tindakan untuk menentukan metode yang akan digunakan dengan tujuan utama agar memperoleh pengetahuan oleh siswa lebih optimal.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat kita peroleh kesimpulan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu tindakan, kegiatan untuk memilih dan menetapkan metode yang akan digunakan dengan tujuan agar mencapai hasil yang optimal dalam proses belajar mengajar.

  1. Konsep Strategi Pembelajaran Go To Your Post

Mel Silberman (2009: 88) Go To Your Post adalah sebuah strategi pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik pada permulaan suatu pelajaran. Strategi ini cukup fleksibel untuk digunakan bagi berbagai macam kegiatan yang dirancang untuk merangsang minat awal dalam materi pelajaran.

Adapun prosedur pelaksanaan strategi ini adalah

  1. Letakkan tanda – tanda di sekitar ruangan. Dapat menggunakan dua untuk membuat pilihan dikotomi atau beberapa tanda untuk menyediakan lebih banyak pilihan.
  2. Mintalah para peserta untuk memilih preferensi (pilihan) mereka dengan cara pindah ke tempat di ruangan tempat pilihan mereka berada.
  3. Mintalah kelompok yang telah dibentuk untuk mendiskusikan alasan mereka memilih kategori tersebut. Mintalah wakil dari tiap kelompok untuk membuat ringkasan alasan – alasan tersebut.
  4. Variasi dapat dilakukan dengan melakukan presentasi ataupun diskusi panel dengan perwakilan dari tiap kelompok.

B.     Penelitian yang Relevan

Penelitian yang dilakukan oleh Istikhomah (2011) diperoleh kesimpulan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar dan prestasi belajar melalui model pembelajaran Van Hiele. Novita Hardani W (2006) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas belajar matematika melalui implementasi Accelerated Learning. Danik Haryanti (2006) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan aktivitas terhadap pendekatan pemecahan masalah.

Wahyusih Wardani (2008) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar matematika melalui PAKEM. Sedangkan Ratna Mulia Ulfah (2010) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa melalui pembelajaran Lightening The Learning Climate terdapat peningkatan prestasi belajar  matematika pada siswa kelas X.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara aktivitas belajar siswa dengan strategi pembelajaran yang digunakan dalam proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran matematika. Oleh karena  itu pada penelitian ini, peneliti ingin menguji apakah kesimpulan tersebut juga berlaku dalam penerapan strategi pembelajaran go to your post pada pembelajaran matematika di SMP Al Islam 1 Surakarta.

Perbedaan penelitian-penelitian di atas dengan penelitian yang dilakukan adalah menggunaan Strategi pembelajaran yang digunakan, yaitu melalui strategi pembelajaran  go to your post. Adapun perbedaan variabel penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Tabel Perbedaan Penelitian

                Variabel

 

Peneliti

Strategi Pembelajaran

Aktivitas Belajar

Prestasi Belajar

Van Hiele

Acc Learning

Pemecahan Masalah

PAKEM

LTLC

Istikhomah

Novita Hardini W

 Danik Haryanti

 Wahyusih Wardani

Ratna Mulia Ulfa

C.    Kerangka Berpikir

Berdasarkan kajian teori yang telah diuraikan di atas dapat disusun suatu kerangka berpikir untuk memperoleh jawaban sementara atas kesalahan yang timbul. Prosedur penelitian tindakan kelas merupakan siklus dan dilaksanakan sesuai perencanaan tindakan atau perbaikan dari perencanaan tindakan terdahulu.

Pada kondisi awal siswa kelas VII  SMP Al Islam 1 Surakarta mempunyai aktivitas dan prestasi belajar matematika yang rendah. Dilihat dari aktivitas siswa yaitu 1) keberanian menjawab pertanyaan sebanyak 32.14%, 2) keberanian mengemukakan pendapat sebanyak 17.86%, 3) mempresentasikan hasil pekerjaan sebanyak 14.29%. Dilihat dari prestasi belajar matematika siswa yang mencapai KKM ≥65 sebanyak 39,28%. Rendahnya aktivitas siswa dikarenakan dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional. Siswa hanya pasif mendengarkan guru saat proses pembelajaran berlangsung.

Guru harus melibatkan siswa dalam proses pembelajaran sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung dengan baik dan dapat terjalin interaksi antara guru dan siswa. Untuk meningkatkan peran siswa, guru harus dapat memilih strategi pembelajaran yang cocok dengan kondisi siswa dan harus mengetahui masalah-masalah yang dihadapi siswa yang menyebabkan rendahnya aktivitas dan prestasi belajar matematika.

Mel Silberman (2009: 88), Go To Your Post adalah sebuah strategi pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik pada permulaan suatu pelajaran. Strategi ini cukup fleksibel untuk digunakan bagi berbagai macam kegiatan yang dirancang untuk merangsang minat awal dalam materi pelajaran.

Prosedur Go To Your Post adalah 1). Letakkan tanda – tanda di sekitar ruangan. Dapat menggunakan dua untuk membuat pilihan dikotomi atau beberapa tanda untuk menyediakan lebih banyak pilihan, 2). Mintalah para peserta untuk memilih preferensi (pilihan) mereka dengan cara pindah ke tempat di ruangan tempat pilihan mereka berada, 3). Mintalah kelompok yang telah dibentuk untuk mendiskusikan alasan mereka memilih kategori tersebut. Mintalah wakil dari tiap kelompok untuk membuat ringkasan alasan – alasan tersebut, 4).Variasi dapat dilakukan dengan melakukan presentasi ataupun diskusi panel dengan perwakilan dari tiap kelompok.

Kondisi akhir yang diharapkan dengan penggunaan Strategi Pembelajaran Go To Your Post dalam proses belajar mengajar adalah dapat meningkatkan aktivitas belajar matematika, sehingga siswa akan mencapai prestasi belajar yang memuaskan. Penelitian ini ingin meralih aktivitas siswa yaitu 1) keberanian menjawab pertanyaan sebanyak 35.71%, 2) keberanian mengemukakan pendapat sebanyak 46.43%, 3) mempresentasikan hasil pekerjaan sebanyak 32.14%. Dilihat dari prestasi belajar matematika siswa yang mencapai KKM ≥65 sebanyak 60.71%.

Berdasarkan uraian di atas, kerangka berfikir penelitian ini dapat diilustrasikan pada gambar sebagai berikut :

B.     Tempat dan Waktu Penelitian

    1. Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di SMP Al Islam 1 Surakarta, yang terletak di Jl. Mr. Muh. Yamin 125 Surakarta. Peneliti mengadakan penelitian di tempat tersebut dengan pertimbangan karena di sekolah ini belum pernah dilakukan penelitian dengan judul yang sama dengan peneliti.

  1. Waktu Penelitian

Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada akhir semester ganjil tahun 2011 yang meliputi perencanaan penelitian, pelaksanaan, analisis data dan penyusunan laporan.

Tabel penelitian sebagai berikut :

            Waktu

 

KegiatanDesemberJanuariFebruariMaret1234123412341234Persiapan                Pelaksanaan                Analisis data                Penyusunan

Laporan

  1. C.    Subyek Penelitian

Subjek yang menerima tindakan adalah siswa kelas VII SMP Al Islam 1 Surakarta. Peneliti bertindak sebagai subjek yang memberikan tindakan yang berkolaborasi dengan guru matematika. Kepala sekolah bertindak sebagai subyek yang membantu dalam perencanaan dan pengumpulan data penelitian.

  1. D.    Data dan Sumber Data

Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang keaktivan dan prestasi belajar matematika siswa, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran di kelas. Data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber meliputi :

  1. Informan atau narasumber, yaitu guru dan siswa.
  2. Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pembelajaran matematika.
  3. Dokumen atau arsip yang antara lain berupa kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran dan buku penilaian.

E.     Rancangan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas secara kolaboratif yaitu penelitian yang bersifat praktis, situsional, kondisional dan kontekstual berdasarkan permasalahan yang muncul dalam  kegiatan pembelajaran sehari-hari. Peneliti bersama mitra guru matematika berupaya memperoleh hasil yang optimal melalui cara dan prosedur yang dinilai paling efektif, sehingga memungkinkan adanya tindakan yang berulang-ulang dengan revisi untuk menigkatkan aktivitas siswa dealam pembelajaran. Mitra guru dalam penelitian ini dilibatkan sejak : 1) dialog awal, 2) perencanaan tindakan, 3) pelaksanaan tindakan, 4) observasi, 5) refleksi, 6) evaluasi, 7) penyimpulan. Langkah-langkah penelitian dapat diilustrasikan dalam gambar 3.1 :

Gambar 3.1 : Siklus Pelaksanan Penelitian

  1. Dialog Awal

Dialog awal dilakukan dengan mengadakan pertemuan antara peneliti, guru matematika kelas VII, dan kepala sekolah bersama – sama melakukan pengenalan, penyatuan ide, dan berdiskusi membahas masalah yang terjadi di kelas, dan cara – cara peningkatan aktivitas dan prestasi belajar matematika.

  1. Perencanaan Tindakan

Hasil dari dialog awal yang telah diputuskan dan disepakati bersama, selanjutnya disusun langkah-langkah persiapan pembelajaran yang terdiri dari:

  1. Identifikasi masalah

Peneliti merumuskan permasalahan siswa sebagai upaya meningkatkan aktivitas dan prestasi belajar siswa. Tindakan ini ditawarkan pada identifikasi masalah dengan diskusi antara peneliti dengan guru kelas VII. Diskusi ini dilakukan untuk membahas batasan-batasan masalah yang terjadi pada siswa VII SMP Al Islam 1 Surakarta.

  1. Perencanaan solusi masalah

Tindakan dikembangkan berdasarkan akar penyebab masalah yaitu  menerapkan pelaksanaan tindakan pembelajaran matematika yang tepat. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah adalah dengan melalui Strategi Pembelajaran Go To Your Post.

  1. Pelaksanaan tindakan

Pelaksanaan tindakan disesuaikan dengan perencanaan tindakan yang telah ditentukan sebelumnya. Ada kemungkinan rencana tidak dapat terlaksana sebagaimana yang telah direncanakan, hal ini bisa dikarenakan dalam tahap perencanaan tidak diperhitungkan segala kendala yang mungkin terjadi pada saat tahap pelaksanaan berlangsung.

  1. Observasi

Observasi dilakukan dengan mengamati dampak dari tindakan yang dilaksanakan atau dikenakan terhadap siswa. Pada waktu observasi dilakukan, observer mengamati proses pembelajaran dan menyimpulkan data mengenai segala sesuatu yang terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik yang terjadi pada guru, siswa maupun situasi kelas. Waktu pelaksanaan observasi disesuaikan dengan jam pelajaran pada jadwal pelajaran metematika di SMP Al Islam 1 Surakarta semester genap tahun ajaran 2011/2012.

  1. Refleksi

Refleksi merupakan tahapan untuk memproses data/ masukan yang diperoleh pada saat melakukan pengamatan (observasi). Pada tahap ini peneliti bersama guru menganalisis hasil tindakan pada siklus pertama untuk menemukan kendala pada saat proses pembelajaran, serta langkah selanjutnya yang akan dilakukan untuk meminimalisir kendala tersebut.

  1. Evaluasi

Evaluasi hasil penelitian dilakukan untuk mengkaji hasil pelaksanaan observasi dan refleksi pada setiap tindakan. Evaluasi diarahkan pada penemuan bukti-bukti dari peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika setelah dilaksanakan serangkaian tindakan.

  1. Penyimpulan hasil

Penyimpulan merupakan pengambilan intisari dari sajian data yang telah terorganisir dalam bentuk pernyataan atau kalimat yang singkat, padat dan bermakna. Hasil dari penelitian tersebut berupa peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dakam pembelajaran matematika.

  1. F.     Teknik Pengumpulan Data
    1. Metode Pokok
      1. Metode Observasi

Metode observasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara teliti dan sistematis, kegiatan ini dilakukan untuk mengamati aktivitas siswa dalam  proses belajar mengajar.

  1. Metode tes

Metode tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu dan kelompok ( Arikunto 2002: 127).

Metode  tes digunakan untuk memperoleh data prestasi belajar siswa dalam mengerjakan soal matematika sebelum penelitian, selama penelitian dan setelah penelitian dilaksanakan.

  1. Metode Bantu
    1. Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode untuk mengetahui data dengan melihat arsip, buku atau catatan yang berhubungan dengan arah yang diteliti. Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data sekolah dan identifikasi siswa antara lain seperti nama siswa, nomor induk siswa, daftar nilai serta foto proses tindakan penelitian pada siswa kelas VII SMP Al – Islam 1 Surakarta.

  1. Catatan Lapangan

Catatan  lapangan adalah catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat dalam  pengumpulan data dan refleksi terhadap data dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini catatan lapangan digunakan untuk mencatat kejadian-kejadian penting yang muncul pada saat proses pembelajaran matematika berlangsung yang belum terdapat dalam observasi.

 

 

 

G.    Instrumen Penelitian

  1. Pengembangan Instrumen

Instrumen penelitian dikembangkan oleh peneliti bersama guru matematika dengan menjaga validitas data. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan aktivitas dan prestasi belajar siswa dengan menerapkan strategi pembelajaran Go To Your Post  dalam proses belajar. Dalam penelitian ini pedoman observasi yang digunakan dibagi menjadi  tiga bagian yaitu :

  1. Pedoman observasi tindak belajar yang disesuaikan dengan rencana pembelajaran.
  2. Pedoman observasi tindak belajar yang berkaitan dengan aktivitas dan prestasi belajar untuk siswa dalam pembelajaran matematika.
  3. Keterangan tambahan yang berkaitan dengan tindak mengajar maupun tindak belajar yang belum tercapai.
  4. Validitas Data

Validitas data bertujuan menjamin kemantapan dan keabsahan data yang telah digali, dikumpulkan dan dicatat dalam kegiatan penelitian untuk kemudian dipilih dan ditentukan cara-cara yang tepat untuk mengembangkan validitas data yang diperoleh. Pada penelitian ini akan digunakan teknik triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembandingan terhadap data tersebut (Moleong 2008 : 330)

Penelitian ini menggunakan triangulasi dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data. Pemanfaatan pengamatan lainnya dalam hal ini adalah guru matematika dan peneliti. Mereka ini dapat membantu mengurangi kesalahan dalam pengumpulan data.

H.    Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi memilih mana yang penting dan tidak penting mana yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan.

Menurut Miles Huberman (dalam Sugiyono 2008 : 91 mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus, sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, tema dan pola. Penyajian data diuraikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam penyajian data akan memudahkan data untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya  berdasarkan apa yang telah dipahami.

Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap untuk memperoleh derajat kepercayaan yang tinggi. Dengan demikian, langkah – langkah analisis data kualitatif dalam penelitian tindakan ini dilakukan semenjak tindakan-tindakan dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu dan Widodo. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta

Anonim. 2010. “Aktivitas Belajar”.

http://edukasi.kompasiana.com/2010/04/11/aktivitas-belajar/. Diakses tanggal 28 Oktober 2011

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta

Darmansyah. 2011. Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan Humor. Jakarta: PT Bumi Aksara

Istikhomah. 2011. “Peningkatan Aktivitas Dan Prestasi Belajar Siswa Pada Garis Singgung Lingkaran Melalui Model Pembelajaran Van Hiele”. Skripsi. Surakarta: UMS (Tidak Dipublukasikan)

Hardani W, Novita. 2006. “Peningkatan Aktivitas Belajar Dalam Pembelajaran

Matematika Melalui Implementasi Accelerated Learning”.  Skripsi. Surakarta: UMS (Tidak Dipublikasikan)

Haryanti, Danik. 2005. “Upaya Peningkatan Aktivitas Siswa Melalui Pendekatan

Pemecahan Masalah. Skripsi. Surakarta: UMS (Tidak Dipublikasikan)

Moleong, Lexy J. 2008. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja

Rosdakarya

Sadirman. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers

Silberman, Mel. 2009.  Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif.

Yogyakarta: Insan Madani

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Sutama. 2010. Penelitian Tindakan Teori dan Praktek dalam PTK, PTS dan PTBk,Semarang: CV. Citra Mandiri Utama

Wardani, Wahyusih. 2008. “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika

Melalui Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif Dan Menyenagkan

(PAKEM)”. Skripsi. Surakarta: UMS (Tidak Dipublikasikan).

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s